Jumat, 14 Desember 2018

LAGU “ CINTA LUAR BIASA” TERNYATA DICIPTAKAN PUTRA KETURUNAN ENDE


Faisal Resi Pencipta Lagu Cinta Luar Biasa (Sumber Foto: Facebook Faisal)


Putra-putri NTT mulai menunjukan skillnya pada blantika Musik Indonesia. Setelah lagu “KARENA KU SAYANG” yang dipopulerkan oleh Near dan  Dewi Soroewa hingga meraih penghargaan dari Google Award, kini kembali hits lagu “CINTA LUAR BIASA”.  

Lagu yang sedang populer menjelang akhir tahun 2018 dinyanyikan oleh Andmesh Kamalen Grand finalis Rising Star Indoensia yang ditayangkan RCTI pada tahun 2017.  Pemuda Yatim kelahiran 1997 Asal pulau Alor NTT ini  mampu menghipnotis penikmat lagu Indonesia dengan suaranya  yang merdu.

Faisal Bersama Sang Ibu (Sumber : Facebook Faisal)
Sekilas lagu ini menceritakan tentang seorang pria sederhana yang terpesona pada seorang wanita dari keluarga kaya. Tapi ia tidak mampu mengungkapkan perasaannya dan hanya menjadi pengagum rahasia.

Namun siapa sangka, lagu yang sudah mencapai 5.016.420  viewers di situs youtoube (kondisi 14 Desember 2018 pkl. 11.00 wita) diciptakan oleh putra keturunan Ndona Ende Flores.

FAISAL RESI namanya. Putra bungsu dari Alm. Kasim Resi dan Ibu Fatma yang saat ini berdomisili di Jalan Nangka Kota Kupang. 

Talenta musik dan menyanyi turun dari ibunya yang juga merupakan mantan penyanyi Band lokal di kampung halamannya di Ndona. Sedangkan almarhum ayahnya merupakan penyuka dan pemain sepak bola meskipun hanya dilevel kampung. Akan tetapi bakat ini  teregenerasi pada tiga bersaudara, Nunung, Yasin dan Faisal.

Faisal Resi Bersama Sang Kakak (Sumber foto Facebook Faisal)
Hanya ketiga cucu dari Alm. Yakobus dan Jami’a ini memilih jalur yang berbeda-beda dalam mengolah talentanya. Si sulung Nunung lebih suka menyanyi dan menjadi qariah.  Yasin sebagai anak kedua memilih menjadi pemain bola dan menjadi dancer. Sedangkan si bungsu Faisal mengkombinasikan kedua bakat dari ayah dan ibunya menjadi pemain bola dan musisi di kota kupang.

Faisal dan Andmaesh Kamaleng (sumber Foto Facebook Faisal)
Dalam lagu Cinta Luar Biasa,  Faisal Resi memang menjadi orang yang berperan dibelakang layar. Teman dari Andmesh ini menciptakan lagu bagi Andmesh yang saat itu sedang berlibur ke Kupang. Bak gayung bersambut lagu tersebut diajukan kepada pihak label dan disetujui sebagai album kedua dari Andmesh.

Ketika dirilis pihak label pada bulan November 2018, lagu Cinta Luar Biasa langsung hits dan meraih tempat tersendiri pada para pencinta music Indonesia. Ribuan warganet  mengapresiasi lagu yang diciptakan oleh Faisal Resi ini.

Kedua anak yatim, Andmesh sebagai  sang vocalis  dan Faisal Resi sebagai pencipta lagu telah membawa pendengar lagu tersebut  pada nuansa romantisme

Ada warganet yang memberikan atensinya bahwa mereka hingga BAPER "(terbawa perasaan)" dengan kisah dalam lagu tersebut. Meskipun terkesan ringan namun ditunjang dengan suara merdu Andmesh, nuansa romantismenya kian terasa.

Teruslah berkreasi  Faisal Resi dan Andmesh, karena kreatifitas itu tanpa batas ruang dan waktu.

Berikut Lirik Lagu "Cinta Luar Biasa"


Waktu pertama kali ku lihat dirimu hadir
 Rasa hati ini inginkan dirimu
Hati tenang mendengar suara indah menyapa
Geloranya hati ini tak ku sangka

Rasa ini tak tertahan
Hati ini slalu untukmu

Reff.
Terimalah lagu ini dari orang biasa
Tapi cintaku padamu luar biasa
Aku tak punya bunga aku tak punya harta
Yang kupunya hanyalah hati yang setia
Tulus padamu

Hari hari berganti kini cinta pun hadir
Melihatmu memandangmu bagaikan bidadari
Lentik indah matamu manis senyum bibirmu
Hitam panjang rambutmu anggun terikat
Rasa ini tak tertahan
Hati ini slalu untukmu

Reff 
Terimalah lagu ini dari orang biasa
Tapi cintaku padamu luar biasa
Aku tak punya bunga aku tak punya harta
Yang kupunya hanyalah hati yang setia Tulus padamu







Kamis, 13 Desember 2018

BENCI DENGAN KASIHAN; DIFABEL BANGKIT DENGAN KREASI UNIK.

Archy Said Difabel dengan karya  grafir

Bermula dari menerima share postingan facebook,  saya terkesima dengan karya unik seorang remaja difabel. Namanya Archy Said, warga RT 02 Desa Manulondo Kecamatan Ndona Kabupaten Ende. 

Sebelumnya saya memang  sudah mengenal sosok ini. Namun semenjak ia mengalami  musibah saya sudah jarang bertemu apalagi mengetahui perkembangannya. Hingga ia muncul dengan karyanya  yang unik  dan menggugah rasa kagum serta salut dengan semangat anak ini.  

Menyimak  postingannya, naluri menulis mulai terngiang-ngiang dibenak.  Update status saya di akun facebook tentang semangat dan kreasi uniknya mendapat  banyak respon.  Hingga  salah satu rekan dari RRI Pro 2 Ende berkomunikasi dengan saya untuk bertemu dengan anak tersebut.
Bersama Bung Armando (Crew RRI Pro 2 Ende) saat berkunjung ke kediaman Archy
Sayapun menghubungi Archy untuk menanyakan kesediaannya. Alhamdulillah beliau bersedia. Hari Sabtu, 22 September 2018  pukul 16.30,  bersama wartawan RRI Pro 2 Ende (Bung Armando Abdullah), kami bertandang ke kediaman Archy.

Diawal pertemuan, bukan muncul rasa kasihan dengan kondisi fisik archy yang sudah tidak normal seperti dulu.  Saya dan bung Armando terpana dengan karya grafir yang dipampang di kamarnya.
Armando dengan naluri pers-nya mulai menginterview archy. Dari  kondisi fisik maupun karya-karya yang sudah dibuatnya. Archy-pun  bercerita awal mula hingga ia mengalami cacat kaki.

“Tahun 2012, saat itu dia masih di kelas 2 SMKN 2 Ende. Pagi hari ketika  berangkat ke sekolah, angkot yang penumpangnya rata-rata anak sekolah mengalami kecelakaan dan terbalik di seputaran Ndona. Meskipun tidak ada korban jiwa namun Archy menjadi satu-satunya penumpang yang mengalami cederah parah karena kakinya dijepit bodi angkot.

Sejak saat itu  orang tua dan keluarganya terus berupaya untuk  menyembuhkan kakinya bahkan hingga ke Jakarta. Namun apa mau dikata,  kondisinya tetap tidak stabil hingga ia mengalami cacat kaki dan tidak bisa berjalan.

Menurut Archy, “awalnya Ia memang sempat mengalami depresi dengan kondisi fisiknya,”  “Jika dulu ia  mau kemana saja tanpa ada hambatan,”. Namun sejak musibah tersebut pergerakannya sudah terbatas meskipun dibantu kursi roda. Impian sekolahpun buyar karena harus melakukan pengobatan dengan rentang waktu yang cukup lama.

Seiring waktu, dengan pendampingan dan motivasi dari orang tua serta keluarga, ia mampu melewati masa-masa depresi. Ia akhirnya bangkit dari keterpurukan karena perasaan jengkel. Jengkel dengan kata kasihan yang ditujukan kepadanya.

Menurut Arkhy, “Setiap orang yang menjenguk saya selalu mengucapkan kata-kata KASIHAN”. Karena keseringan mendengar kata-kata tersebut, saya menjadi benci dengan kata “kasihan”.  Hingga terbersit dalam pikiran “saya masih punya tangan, masih punya otak,  anggota tubuh saya yang lain juga masih bisa berfungsi. Ini mungkin teguran dan hikmah dari Ilahi dan saya harus melakukan sesuatu agar orang tidak berbicara dengan kasihan ketika melihat saya, tetapi melihat karya saya”.

Awalnya Ia  mulai berkreasi dengan barang-barang bekas  seperti membuat hiasan lampu dari batok kelapa, miniatur motor gede (moge) dari bungkusan rokok atau kaleng bekas, robot-robotan dari pemantik bekas ataupun miniatur mobil dan bus yang juga dari barang-barang bekas. Hasil karyanya dipasarkan dimedia sosial. Hingga pada suatu kesempatan di media facebook ia bertemu dengan salah seorang seniman grafir kaca dari Mojokerto. Ia-pun  tertarik dengan karya-karya seniman Mojokerto tersebut.

Archy-pun membangun komunikasi dengan sang seniman dari Mojokerto. Namun awalnya sang seniman tersebut tidak percaya dengan cerita Archy tentang kondisi fisik dan tekad arkhy. Namun dari media videocall sang seniman akhirnya melihat langsung kondisi Archy.  Hingga akhirnya sang seniman Mojokerto memutuskan untuk membimbing Archy.

Hasil Karya Archy (sumber foto; facebook Archy Said)
Dengan belajar otodidak dan bimbingan jarak jauh dari seniman grafir di Mojokerto  Archy akhirnya bisa membuat karya sendiri. Ia-pun memasarkan karyanya pada media sosial. Alhamdulillah beberapa  orderan  lukisan grafir selain dari daerah NTT juga dari luar NTT  hingga luar negeri.

Dari cerita Archy said, saya dan Bung Armando tidak hanya terdecak kagum dengan karyanya yang  unik. Kami patut mengangkat topi dan salut dengan semangat beliau untuk bangkit dari keterpurukan dan berkarya dari keterbatasan fisiknya.

Ya, memang banyak orang difabel yang sukses. Tapi  butuh waktu bagi orang yang awalnya normal kemudian mengalami cacat fisik untuk bangkit dan membuat suatu karya.

Pasca wawancara dengan Bung Armando dikediamannya, RRI Pro 2 Ende dalam satu segmen acaranya beberapa kali mengundang Archy sebagai narasumber. Sejak saat itu orderan lukisan grafir semakin banyak.

Dalam benak saya muncul pertanyaan, “Jika yang difabel mampu bangkit dengan kreasi dalam keterbatasan, kenapa sebagian orang yang normal masih terkungkung dengan pola pikir yang stagnan dan mudah putus asa?

Inilah beberapa hasil karya Archy Said (Sumber Gambar Facebook Archy Said: https://www.facebook.com/arky.nko)

BAGI YANG BERMINAT
LAMPU HIAS ACRILIK MIKA
Kontak order ARCHY SAID
 : 085338388975
   082235572088








Dan inilah video wawancara kami dengan Archy Said.














Rabu, 12 Desember 2018

BERMAIN DAN PERMAINAN




Mungkin ketika berbicara tentang kata bermain, tentu ada sebagian yang akan mengarahkan pikirannya dengan anak-anak. Ya, karena dunia anak  lekat dengan aktifitas bermain. Bahkan banyak riset dan persepektif para ahli yang menerjemahkan aktfitas bermain dengan  anak-anak. Tak ada yang salah karena tergantung obyek dan sudut pandang.

Namun pertanyaannya, apakah aktifitas bermain itu hanya terjadi pada anak-anak? "Jawabannya tidak".  Dalam lika-liku kehidupan seseorang, bermain  merupakan hal yang biasa dan universial. Setiap orang akan melakoni aktifitas yang namanya bermain. 

Bermain tidak mengenal batas usia. Bermain selalu lekat dengan kehidupan manusia baik itu anak-anak, remaja maupun orang dewasa dan bermain adalah hak setiap orang. Yang membedakannya hanyalah pada jenis permainan dan waktu bermain.

Menurut  Teori Psikologis, permainan merupakan penampilan dorongan- dorongan yang tidak disadari pada anak-anak dan orang dewasa. Ada dua dorongan yang paling penting menurut  Alder ialah : dorongan berkuasa, dan menurut Freud ialah dorongan seksual atau libidi sexualis. Alder berpendapat bahwa, permainan memberikan pemuasan atau kompensasi terhadap perasaan- perasaan diri yang fiktif. Dalam permainan juga bisa disalurkan perasaan-perasaan yang lemah dan perasaan- perasaan rendah hati.(*matakota.id.news)

Sehingga Siapa bilang bermain hanya untuk anak-anak? Faktanya, orang dewasa juga memiliki kebutuhan akan hal ini. Pertanyaan yang muncul berikutnya adalah, apa dampak yang diperoleh orang dewasa ketika mereka bermain? Tentu saja, selain perasaan senang dan lebih rileks, ternyata bemain juga bisa membuat kinerja otak menjadi lebih optimal dan produktif.

Beberapa artikel kedokteran dan penelitian banyak yang  menerbitkan jurnal-jurnal resmi yang menyatakan bahwa otak adalah organ yang adaptif dan dapat dipengaruhi oleh kebiasaan sehari-hari termasuk bermain. Otak layaknya otot, akan menurun kemampuannya jika tidak dilatih. Sebaliknya, jika seseorang rutin melatih otak dengan serangkaian kegiatan positif, maka hasilnya akan luar biasa.
Hakekat bermain adalah  seseorang memiliki kesempatan untuk menggunakan potensi panca indranya. Dari hasil tangkapan panca indra dia akan mengasah kemampuan motorik, kognitif dan imajinatifnya.

Ya, boleh dikatan bermain adalah kebutuhan bagi setiap orang  yang dapat  dilakukan kapan saja, dimana saja, dengan siapa saja, dan menggunakan apa saja. Seseorang bahkan bisa menikmati kesenangan bermain hanya dengan menggunakan imajinasinya. Ia akan memperoleh suatu effek  dari aktifitas bermainnya dan hanya akan di dapat apabila ia senang melakukannya. Sehingga suatu aktifitas hanya dapat dikatakan aktifitas bermain apabila seseorang itu memutuskan apa yang akan dia mainkan dan bagaimana memainkannya serta apa dampaknya.

Suatu permainan akan memiliki efek positif jika digunakan untuk kepentingan mengembangkan aspek psikologi dan fisik. Namun permainan juga akan membawa dampak negatif jika digunakan sebagai obyek untuk disalah gunakan. Misalnya, game-game yang dijadikan sebagai media perjudian.
Sebuah kalimat bijak  mengatakan “Jika bermain  dalam suatu permainan maka jadilah pemain yang tidak sekedar main-main. Namun janganlah bermain-main dalam suatu permainan jika  tidak  ingin dipermain-mainkan”.


Selasa, 11 Desember 2018

ADA APA DENGAN MANULONDO?




Manulondo, nama sebuah Desa yang berada di Kecamatan Ndona Kabupaten Ende Propinsi Nusa Tenggara Timur. Letaknya arah selatan Kota Ende dengan  jarak kurang lebih 3 km.
Untuk mencapai Kampung Manulondo sarana transportasinyapun cukup lancar  baik roda dua maupun roda empat.  “(Tapi bagi yang kaki kereta tak mengenal berapapun rodanya yang penting tiba ditempat tujuan,..he..he..he)”.
“Oke..lanjut”.

Tentu ada yang bertanya “Ada apa di Manulondo hingga diulas dalam tulisan ini?” “He..he.. bingungkan?" ”Aku juga bingung mau nulis apa?” Ada apa ya  di Manulondo?”

“Oke deh, Manulondo itu adalah kampung-ku”. Tempat dimana aku lahir, tumbuh, besar, berinteraksi dan tinggal saat ini. “Ya, sekalipun kampung, tapi warganya ramah, toleran, dan semangat kekeluargaannya sangat tinggi”. 


Sebagai anak kampung saya merasa kampungku perlu juga dikenal oleh orang luar. Hingga naluri ingin tahu mulai menari-nari. Saya mencoba untuk search di google dengan keyword Manulondo. “Ya, hasilnya memang  tidak seberapa sih”. Ada sekitar 4110 yang mengulas tentang manulondo. 

Ada dari situs  traveler, situs berita maupun  beberapa situs pusat studi ilmiah. 

“Setidaknya ada rasa bangga sih”. Selain aku ternyata ada juga orang lain yang membantu memperkenalkan kampungku.

Di bawah ini  ada beberapa situs yang dapat saya rekam dari mba google dengan berbagai ulasan misalnya;



Terbanyak dari situs tersebut membicarakan tentang tenun ikat Manulondo meskipun sebagiannya mengulas tentang potensi alam. Karya tenun ikat merupakan produk khas masyarakat Desa Manulondo yang menjadi ikon desa saat ini.

Tenun ikatnya terkenal dengan proses dan pewarnaan alami. Sehingga wisatawan lokal maupun mancanegara banyak yang memburu  tenun ikat tradisional produksi warga Desa Manulondo.

Ada juga yang datang sekedar untuk melihat dan meneliti proses pembuatan tenun ikat sambil menikmati pemandangan alam di desa manulondo.


Keindahan alamnya memang tidak seindah daerah-daerah wisata yang sudah terkenal. Namun dengan letak yang  sedikit lebih tinggi dari pusat kota Ende, sehingga pemandangan kota-pun sangat jelas terlihat dari beberapa puncak di Manulondo. 

Misalnya dari puncak Nggile yang berhadapan langsung dengan gunung meja dan bandara H. Hasan Arubusman. 
Dengan alam yang masih hijau, dari ketinggian traveler  dapat melihat keindahan kota Ende. Lalu lintas pesawat yang landing maupun takeoff juga terlihat dengan jelas.

Ya, itulah kampungku.  Kampung yang tak jauh dari pusat kota namun juga menyimpan sejuta pesona dengan ragam budaya dan keindahan alamnya.

Terima kasih untuk semua yang sudah membantu untuk mempublikasikan kampungku dan inilah beberapa pemandangan di Desa Manulondo dikala senja.















Sabtu, 08 Desember 2018

PERMAINAN TRADISIONAL DIPERSIMPANGAN ZAMAN

Nilai kerja sama dalam sebuah permainan

Perkembangan zaman yang ditandai dengan kemajuan teknologi informasi juga membawa dampak pada pola  dan jenis permainan anak-anak. Jika dulu petak umpet, gasing,lompat tali, engklek, congklak, pletokan ataupun mobil-mobilan dari barang bekas menjadi permainan tradisional yang favorit. Namun jenis permainan tersebut sudah berbeda dengan zaman sekarang. Anak  mulai dari umur dua tahun sudah bisa mengutak-atik layar smartphone, memiliki permainan robot-robotan atau boneka remote, mobil remote bahkan drone. Ya, itulah perbedaan zaman. Jika dulu anak-anak memainkan imajinasinya untuk membuat dan menciptakan sebuah permainan tapi berbeda dengan zaman sekarang dimana anak-anak menerima permainan yang sudah diciptakan.

Permainan tradisionalpun mulai "terpinggirkan dan tergerus” oleh arus zaman dengan budaya instan yang turut merambah pada dunia anak. Hadirnya perangkat game, internet, gadget, hingga permainan online bisa menjadikan bibit-bibit bangsa asyik dengan dunianya sendiri.

Kadang kita melihat ada anak-anak yang bisa berjam-jam untuk bermain game online, atau berlama-lama  di lokasi playstasion maupun asyik  di hadapan smartphone. Belum lagi dengan gempuran tayangan televisi yang membuat anak betah untuk memandang layar kaca dengan suguhan konten-konten yang kadang kurang mendidik.


Memang masa anak-anak adalah masa bermain. Kita tidak dapat menyalahkan zaman ataupun menghindar dari perkembangan zaman. Namun kondisi saat ini perlu sebuah sikap pro-aktif dari semua pihak mulai dari lingkungan keluarga dan masyarakat umum untuk membimbing  anak-anak. Anak-anak perlu didampingi dan peran dari orang dewasa untuk menjadikan sarana permainan mereka sebagai media edukasi.

Jika dizaman dahulu segala permainan tradisional (localy games) terkandung ragam nilai yang bermanfaat. Di dalamnya tersellip nilai kebersamaan, nilai budaya, nilai edukatif, imajinatif. Permainan tradisional juga memiliki arti tersendiri dalam menanamkan sikap, perilaku, dan keterampilan pada anak. Ada makna yang luhur yang terkandung di dalamnya, seperti nilai agama, norma, dan etika yang kesemuannya itu akan bermanfaat dalam kehidupan bermasyarakat kelak.

Sejumlah permainan tradisional mengarahkan anak menjadi kuat secara fisik maupun mental, sosial dan emosi, tak mudah menyerah, bereksplorasi, bereksperimen, dan menumbuhkan jiwa kepemimpinan. Di dalam permainan tradisional yang dilakukan oleh anak, semua kegiatan menjadi bagian penting dan strategis yang akan membangun seluruh potensi yang dimiliki anak secara menyeluruh.

Permainan tradisional menjadi bagian dari berbagai jenis pendorong yang kuat bagi perkembangan anak. Ada juga pandangan bahwa pada permainan tradisional yang ada di masyarakat memiliki nilai-nilai kearifan lokal yang perlu dijaga keberadaannya. Misalnya, jenis permainan tradisional yang dapat melatih ketangkasan, kekuatan fisik, keberanian, kegesitan, keterampilan, dan lain sebagainya. Beberapa permainan tradisional lainnya dapat menggambarkan tentang kekompakan, kerja sama, kebersamaan dalam menyelesaikan masalah yang mereka temukan.

Komponen inti dari permainan adalah adanya tujuan, aturan, tantangan, dan interaksi. Permainan umumnya melibatkan stimulasi mental atau fisik, dan sering melibatkan keduanya secara bersamaan. Permainan juga dapat membantu mengembangkan keterampilan praktis, berfungsi sebagai bentuk latihan, atau melakukan peran pendidikan, simulasi, dan untuk kebutuhan psikologis.

Ya, mungkin dikesempatan ini para pembaca bisa merview kembali dan menyebutkan macam-macam permainan tradisional yang pernah dimainkan saat kecil.

OLEH : IKSAN .D

Disarikan dari beberapa sumber:



Jumat, 07 Desember 2018

PERDEBATAN ANTAR LUBANG



Sekedar anekdot sebagai sebuah refleksi.  

Pada suatu hari ketika seorang  cewek cantik sedang tidur, tiba-tiba terjadi perdebatan antara lubang-lubang pada tubuh si cantik.

Bermula dari  mulut  yang memulai pembicaraan, “Halo kawan-kawan, diantara kita siapa yang paling penting pada jasad ini?”
Mata yang awalnya meram tiba-tiba terbalalak dan berujar “Kami berdua dong yang paling penting,” Tanpa kami manusia tidak bisa melihat dunia, mereka tidak bisa membedakan mana yang baik dan buruk, mana yang cantik dan ganteng,” tegas dua luabng mata!”
Telinga yang sedang menyimak membantah perkataan mata, “Ah, kalian berdua sok penting,” “Kami berdualah yang paling penting,”  “Tanpa kami manusia tidak dapat mendengar apa-apa,”
“Jika ada  bunyi-bunyian  kamilah yang mendengarnya,” ujar kedua lubang telinga!”

Hidung yang sedang asyik menghirup udara tiba-tiba menyanggah, “Kalian berempat jangan terlalu sombong,” “Kamilah yang lebih penting dari kalian semua!”  Lewat kami, manusia dapat menghirup udara dan bisa hidup”. Jalannya napas-pun kami yang memegangnya,” “Tanpa kami manusia dan kalian semua tidak dapat berbuat apa-apa!”

Kemudian mulut yang awalnya menyulut perdebatan akhirnya ikut membantah juga, “Wah," kalian berenam sombong amat,”  “Walaupun aku hanya sendiri, tapi akulah yang paling penting!” Tanpa aku manusia tidak akan hidup dan kalianpun tidak akan bergerak,”  “Melalui aku manusia makan dan minum untuk menghidupi semua anggota tubuh termasuk kalian”. Jadi akulah yang paling penting”, tegas mulut dengan nada tinggi!”.

Semakin lama perdebatan ke tujuh lubang semakin seru dan tidak ada yang saling mengalah. Masing-masing mengklaim paling penting. Hingga akhirnya dua lubang bawah yang dari tadi menyimak perdebatan mereka menjadi  jengkel.

Lubang belakang-pun bertanya ke saudaranya yang di depan, “bro, kamu ada gembok gak?”
Lubang Depan menjawab, “ada bro”. Malah ada dua ni. “Emang mau ngapain?”
“Ya sudah, kita berdua gembok aja pintu kita masing-masing,” “Sepertinya saudara-saudara kita di atas sombong banget,”  “Mereka merasa paling penting dalam raga ini” tegas lubang belakang!”
Tiba-tiba keduanya serentak berbicara, “Halo, kawan-kawan  yang terhebat yang di kepala,” “maaf ya kami nimbrung juga,”  “Jika kalian semua mengklaim paling penting, bagaimana kalau kami berdua mengunci pintu kami?” "gimana rekasi kalian nanti?"

He..he..he…”Ayo apa jadinya,” kalau dua lubang  bawah menggembok pintunya?”

BACA JUGA : BELAJAR DARI  LUBANG

OBYEK TANPA EVEN HANYA SEBUAH ORNAMEN

Senja di Puncak Ndona- Ende Flores NTT

“Obyek Tanpa Event Hanya Akan menjadi Ornamen”. Itulah Kalimat yang sering  diperdengarkan oleh Bupati Ende, Ir. Marselinus Y.W. Petu dalam beberapa kesempatan. Kalimat yang terangkai indah bak kata-kata puitis namun maknanya dalam.
Ya, mungkin bagi sebagian kalimat tersebut hanyalah sekedar orasi maupun retorika dari seorang Pimpinan Daerah. Namun mari kita sejenak kita cerna kalimat tersebut. Terdapat tiga kata kuncinya yaitu obyek, event dan ornamen.
Obyek dapat dikatakan sebagai sebuah nomina atau  sebuah kata benda yang menunjukan suatu eksistensi, seperti orang, tempat, barang ataupun semua hal yang berhubungan dengan benda.
Senja Di Puncak Ndona Ende NTT
Sementara Event memiliki ragam makna. Namun jika diartikan dengan pengertian yang sederhana, event sering diartikan sebagai suatu acara, kegiatan atau pagelaran. Sedangkan ornament bisa juga diartikan sebagai suatu hiasan, pajangan atau sesuatu yang berbau dekoratif.

Terlepas dari ketiga pengertian tersebut, disini kita bisa memaknainya bahwa, segala obyek yang merupakan suatu potensi, namun jika tidak diberdayakan atau dimanfaatkan,  maka obyek tersebut hanya menjadi suatu pajangan belaka dan tidak berfungsi. Sehingga jika dihubungkan maka sasarannya adalah sumber daya manusia (SDM), Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Terapan  (SDT)
Indahnya Gunung Meja dari Puncak Uniflor

Misalnya  lokas-lokasi  wisata. Sekalipun  pemandangannya indah namun bila tidak diperkenalkan dan diberdayakan serta dibuat beberapa even, maka tempat tersebut hanyalah sebuah hiasan semata.
Demikian juga dengan seorang manusia yang juga terkategori sebagai obyek. Sekalipun pintar, hebat, memiliki skill namun jika tidak memanfaatkan SDM-nya maka segala kehebatannya hanyalah ornament semata.
Sehingga tidaklah salah jika kita memanfaatkan segala potensi yang ada agar bermanfaat dalam hidup dan  kehidupan. Bermanfaat bagi diri sendiri, bermanfaat bagi orang lain dan bermanfaat bagi alam dan lingkungan.


OLEH ; IKSAN D